Pages

Tuesday, April 3, 2012

Dear wifey - Gadis Pemanjat Pohon Rambutan Bersepatu Roda

Dear wifey,

Nampaknya email kali ini berlawanan dengan topik yang wifey inginkan. Tapi biar saja, sebab kisah ini selalu aku suka. Oh ya untuk surat kali ini mohon maaf jika agak mengawang-awang dan tidak fokus. Aku hanya membiarkan rentetan pikiran mengalir bebas ke atas tuts-tuts keyboard.

Masih berkaitan dengan surat kemarin. Sejak pertama kita saling kenal kemudian dekat dan akhirnya menikah, ada suatu cerita wifey yang mengingatnya akan membuat aku tersenyum dan tak jarang hingga tergelak. Inti ceritanya dengan hubby sebagai penutur ulang kira-kira sebagai berikut. Di suatu hari yang cerah sang gadis yang ternyata dulu pintar menari bali ini pernah memanjat pohon rambutan. Oke, memanjat pohon rambutan bagi seorang anak perempuan nan ayu sebenarnya sudah cukup ekstrim. Bagaimana jika ternyata gadis itu memanjat pohon rambutan dengan sepatu roda! Deng deng deng. Sepertinya dengan sangat terpaksa kita harus mencoret kata ayu dari depan kata gadis tadi.

Tapi tenang kok, kini gadis tersebut sudah ayu kembali. Sejak wifey bercerita peristiwa fenomenal, legendaris dan monumental tersebut, beribu kali wifey mewanti-wanti hubby. Wifey bercerita bahwa kecelakaan itu meninggalkan bekas tak cantik di betis wifey yang seksi. Wifey pun berkali-kali mengingatkan akan menunjukan betis monumental tersebut pada hubby. Padahal dalam hati hubby tidak sedikit pun mempermasalahkan tragedi rambutan dan sepatu roda. Hubby cinta pada wifey bukan sekedar pada betisnya. Pada akhirnya setelah menikah terbukti bahwa wifey lebay. Betismu masih jauh lebih cantik dari betis Angelina Jolie. (Disclaimer: hubby tak pernah melihat betis si Aj).

Mengingat kisah tersebut aku jadi sering menerawang, seperti apa ya anak-anak kita kelak? Jika misalnya nanti ada kelakuan absurd dari anak-anak kita sepertinya aku sudah cukup tahu ke mana jari aku harus menunjuk. Sebab untuk aku sendiri jangankan dengan sepatu roda, memanjat biasa saja sepertinya tidak pernah. Allah itu Maha Adil, memasangkan aku dengan sosok yang benar-benar bisa mengkomplemen aku.

Time move so fast. Gadis pemanjat pohon rambutan bersepatu roda tersebut kini sudah tumbuh menjadi gadis nan ayu dan menawan. Buktinya sejak pertama bertemu hati aku langsung terperangkap pesona wifey. Gadis tersebut juga sudah berhasil mencapai prestasi-prestasi yang gemilang. Allah itu Maha Adil sayangku. Mungkin wifey masih sering merasa trauma dengan masa lalu. Keluarga yang tidak utuh. Namun seperti pendapat yang sering aku sampaikan dulu mungkin hikmah dari masa lalu tersebut adalah pencapaian-pencapain wifey sekarang. Jadi jangan pernah berhenti bersyukur sebab semua ketetapan itu selalu memiliki hikmah yang indah. Serta segala sesuatu yang terjadi itu memang sudah takdirnya. Namun takdir yang belum terjadi selalu bisa dirubah dengan doa.

Aku sendiri tak pernah aku berhenti bersyukur atas semua karunia yang aku rasakan dalam hidup aku dan salah satu karunia terindah tersebut adalah kehadiran wifey dalam hidupku. Wifey akan selalu menjadi inspirasi dan penyemangatku.

Tunggu aku di salah satu kota di Eropa sekitar bulan September musim dingin tahun ini. Mungkin kita berdua harus mencoba memanjat pohon cemara menggunakan sepatu ice skating.

PS: I love you

No comments:

Post a Comment