Pages

Sunday, May 6, 2012

Dear wifey - 2 Minggu

Dear bunda,

Hari ini sudah sekitar 6 minggu sejak bunda berangkat. Tetap saja waktu terasa amat sangat lama. Aku kangen banget pada bunda. Semoga bulan puasa ini kita bisa bertemu dan berlebaran bareng. Kotanya di mana biar Allah yang menentukan.

Minggu ini aku berikrar ingin semangat lagi. Sudah lebih dari cukup 2 minggu untuk terpuruk. Meski padahal sebenarnya tak ada sedikit alasan pun untuk terpuruk. Toh setiao hari aku masih bisa makan enak. Masih bisa tidur nyaman. Masih punya pekerjaan (setidaknya untuk 2 minggu ke depan). Terutama lagi seperti yang bunda katakan dan sangat membekas di hati aku, aku masih bangun di pagi hari dalam keadaan hidup dan aku punya istri luar biasa seperti bunda.

Di 5 bulan pernikahan kita dan di sekitar 11 bulan sejak kita kenal, aku sudah belajar banyak hal dari bunda. Salah satunya adalah ada 2 hal yang harus kita lakukan dalam setiap 2 momen tertentu hidup kita. Pertama kita harus perfeksionis. Kedua kita harus pasrah. Kita harus perfeksionis saat mempersiapkan diri untuk.menggapai sesuatu. Kita harus memastikan semuanya dalam kondisi terbaik. Misalnya saat belajar dan seperti kondisi aku sekarang saat melamar beasiswa. Misalnya juga saat mencari kerja. Saat ingin punya anak. Kita harus benar-benar berusaha maksimal di momen pertama. Setelah itu, pada momen kedua kita cukup tinggal pasrah bila semua upaya dikerahkan saat menunggu hasil. Momen pertama kita berikhtiar. Momen kedua biarkan kita menunggu dengan tawakal hasilnya. Dan diantara momen pertama dan kedua itu ada momen tengah yang bernama doa. Tak kenapa aku sangat senang terus menulis dan mengingat kronologis ikhtiar doa tawakal ini.

Dua minggu ini akan menjadi 2 minggu yang cuku signifikan untuk aku. Pengumuman beasiswa kominfo akan keluar. Pengumuman LoA juga akan ditentukan. Serta aku juga akan mulai posting lamaran kerja baru. Bisa jadi juga barangkali aku harus menghadiri wawancara. Satu hal yang membuat aku bahagia aku akan menjalani itu semua dengan bunda. Bunda tak pernah berhenti menyemangatiku meski aku tak selalu menyemangati bunda. Dengan bismillah aku ingin benar-benar pasrah. Insya Allah apa pun ketetapan Allah, aku tak boleh kecewa dan patah semangat. Sebab ketetapan Allah itu yang terbaik.

Tunggu aku di Ilmenau Ramadhan ini. Kita akan berpuasa dan berlebaran bersama. Berdua.

PS: I love you

No comments:

Post a Comment